in

20 Jenis Bertapa atau Semedi ala Orang Kejawen, Selain Tapa Brata

Jenis Bertapa, Jenis Semedi, Tapa, Kejawen, Buddhisme

Lihat.co.id – Bertapa atau semedi adalah aktivitas mengheningkan diri supaya masuk ke dalam alam suwung yang hampa persepsi dan penuh dengan kedamaian.  Salah satu jenis bertapa yang terkenal adalah Tapa Brata. Tujuan dari tapa ini tak lain adalah mencapai kemurnian jiwa sehingga seperti seseorang lahir kembali menjadi bayi. Sedangkan jenis bertapa atau tentang bagaimana prosesnya ada banyak.

Konsep lahir kembali bagaikan bayi yang baru lahir ini menandakan bahwa ketika seseorang bertapa, maka dirinya akan “direset” untuk bebas dari segala macam dosa. Mengacu pada artian tersebut, maka semedi ini pun ada yang mengartikan merupakan bagian dari ibadah membersihkan nurani.

Bertapa memang dalam beberapa kebudayaan relijius dan kepercayaan lokal dianggap sangat penting. Misalnya dalam buddhisme, hindu dan kejawen. Aktivitas semedi ini merupakan bagian dari simpul norma yang mesti dilaksanakan penganutnya.

Dalam artikel ini akan dibahas semedi menurut pengertian Kejawen. Bagaimana sebenarnya orang kejawen memahami bertapa? Dan apa sajakah macam-macam atau jenis bertapa yang ada dalam ritus Kejawen?

Jenis Bertapa, Jenis Semedi, Tapa, Kejawen, Buddhisme

Sebelum membahas itu, mari kita bahas dulu sejenak apa itu Kejawen. Perlu diketahui, Kejawen adalah sistem kepercayaan lokal yang berkembang di nusantara, khususnya pulau Jawa. Di mana para penganut Kejawen ini memegang erat kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa diiringi dengan bentuk perilaku yang sesuai dengan unggah-ungguh Jawa.

Kejawen memang menganut sistem monoteis. Inilah sebabnya, kepercayaan lokal ini mampu sinergi dengan agama monoteis seperti Islam. Sehingga hari ini kita mengenal yang namanya Islam Kejawen atau Kejawen Islam.

Salah satu simpul dari tegaknya spiritualisme Kejawen adalah ajarannya yang sifatnya transenden dan humanis dalam memandang masalah-masalah mistik dari diri manusia. Orang Kejawen percaya bahwa laku Prihatin, Eling lan Waspada bisa membuat jiwa manusia jadi bersih dan mawas diri.

Perwujudan dari ketiga laku utama itu adalah Bertapa atau Bersemedi. Maka tak heran bilamana banyak penganut kejawen yang meskipun telah melaksanakan sholat sesuai ajaran Islam. Namun diri mereka masih saja bertapa.

Salah satu dari wujud aliran kejawen yang masih memegang teguh ajaran kejawen murni (kejawen putih) adalah masyarakat Sedulur Sikep atau Wong Sikep yang tinggal di daerah Blora, Bojonegoro dan daerah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur sana.

Kaum Sikep atau yang dikenal sebagai Orang Samin adalah penganut paham Saminisme. Sebenarnya mereka adalah sama suku Jawa. Namun karena sikapnya yang mengisolasi diri dan memegang ajaran Samin dengan kuat. Serta memiliki pakem-pakem adat tersendiri, mereka dianggap sebagai suku yang berbeda dari Jawa.

Suku Samin adalah salah satu masyarakat yang mampu memadukan kejawen, saminisme dan Islam. Meskipun mereka sholat, namun yang namanya Bertapa adalah hobi dan kebutuhan juga.

Dalam Kejawen, bertapa itu ternyata memiliki banyak jenis dan tujuannya. Kira-kira ada 20 jenis bertapa atau semedi ala Kejawen yang patut diketahui, yaitu:

1. Tapa Ngalong

Bertapa Ngalong adalah jenis bertapa atau semedi dalam Kejawen yang posisi badan kita akan terbalik. Kedua kaki diikat pada ketinggian, seperti tiang atau pohon. Sedangkan kepala di bawah.

Bertapa Ngalong memang sangat susah dan kalau belum terbiasa tentunya bikin pusing tujuh keliling. Tapi manfaat Bertapa Ngalong ternyata bagus sekali untuk olah jiwa dan mengembangkan karakter. Supaya lebih sabar dan senantiasa rendah hati.

2. Tapa Ngluwat

Jenis Bertapa Ngluwat bertujuan untuk mendapatkan petunjuk atau kewibawaan dengan cara bersemedi di dekat kuburan tokoh penting atau keramat. Misalnya kuburan nenek moyang, kiai, atau bahkan pahlawan.

Bertapa Ngluwat ini dilakukan dalam tempo waktu tertentu dan di hari tertentu. Niat dan keberanian harus dikumpulkan lebih dulu. Apalagi ini bertapanya di kompleks pemakaman yang biasanya seram.

3. Tapa Bisu

Bertapa Bisu adalah jenis Bertapa Kejawen yang mengharuskan seseorang untuk tidak bicara sepatah katapun. Tapa ini dilakukan dalam tempo sehari atau berapa hari sesuai dengan janji atau niat yang ditegakkan oleh diri.

Tujuan dari Bertapa Bisu adalah untuk lebih mawas diri dan mampu menempatkan diri. Serta mampu melakukan komunikasi dengan diri sendiri, supaya lebih bijaksana.

4. Tapa Bolot

Jenis Bertapa Bolot terkesan sangat jorok. Karena seseorang dilarang mandi dan membersihkan dirinya dalam tempo waktu tertentu. Tapa Bolot bertujuan untuk mengeluarkan penyakit dari dalam tubuh.

5. Tapa Ngidang

Tahukah apa itu jenis Bertapa Ngidang? Ini salah satu Tapa Kejawen yang mengasyikkan. Karena mewajibkan seseorang buat jalan-jalan susur hutan sendirian.

Ya, jadi kita mesti sengaja jalan-jalan seorang diri di dalam hutan. Jangan takut melakukannya! Karena ini akan melatih keberanian dan pengendalian persepsi.

6. Tapa Ngramban

Jenis Bertapa Ngramban adalah jenis Bertapa Kejawen yang menjadi lanjutan dari Tapa Ngidang. Ketika seseorang sudah masuk ke dalam hutan. Maka diharuskan menginap atau camping di dalam hutan. Dan hanya boleh memakan tumbuh-tumbuhan saja.

Fungsi dari Tapa Ngramban sama saja, yaitu untuk melatih keberanian dan pengendalian persepsi. Selain itu juga bisa melatih kesabaran dan nafsu. Agar sisi nafsu kebinatangan di diri seseorang lenyap.

7. Tapa Ngambang

Tapa Ngambang adalah jenis Bertapa Kejawen yang tujuannya untuk menyucikan lahir batin. Bertapa Ngambang dilakukan dengan cara menceburkan tubuh ke dalam sungai dan berendam dalam waktu yang lama.

8. Tapa Ngeli

Bertapa Ngeli sungguh menyenangkan dilakukan karena ini seperti sedang naik rakit saja. Tapa Ngeli dilakukan di sebuah sungai dengan menaiki rakit, perahu atau sampan. Membiarkan diri terbawa arus sungai. Tujuan dari Bertapa Ngeli adalah untuk menyelaraskan jiwa dengan alam dan Kehendak Tuhan.

9. Tapa Tilem

Bertapa Tilem dilakukan dengan cara tidur dalam jangka waktu tertentu. Dan pengamalnya dilarang makan selama prosesi ini. Bertapa Tilem tujuannya sama dengan tapa pada umumnya. Untuk mengolah jiwa. Namun khusus untuk Bertapa Tilem, ini fungsinya juga untuk membangkitkan kekuatan spiritual.

10. Tapa Mutih

Tapa Mutih adalah jenis bertapa yang sebenarnya satu-kesatuan dengan Puasa Mutih. Ketika seseorang bertapa mutih, maka hanya diperbolehkan makan dan minum sesuatu yang berwarna putih. Fungsi dari Tapa Mutih adalah untuk membersihkan nurani dan menyegarkan pikiran.

11. Tapa Mangan

Tapa Mangan sangat unik. Ini bukan berarti seseorang dilarang makan. Melainkan justru seseorang boleh makan. Tapi tidak boleh tidur dengan posisi berbaring. Jadi harus terjaga dalam kondisi berdiri. Fungsi dari Tapa Mangan untuk membangkitkan sistem pertahanan dan kekebalan tubuh.

12. Jenis Bertapa Pati Geni

Bertapa Pati Geni juga satu kesatuan dengan puasa pati geni. Ini mengharuskan seseorang berada dalam ruangan gelap dalam jangka waktu tertentu. Hanya untuk bersemedi. Pati Geni bertujuan untuk membersihkan hati dan memicu terpancarnya nur diri.

13. Tapa Karsa

Bertapa Karsa adalah jenis Bertapa Kejawen yang mengharuskan seseorang buat menahan segala keinginannya. Tapa ini dilakukan minimal dalam jangka waktu 1 tahun.

Tujuannya adalah untuk mengendalikan kehendak manusia yang terkadang melampaui batas. Tidak sesuai dengan kemampuannya.

14. Tapa Nafsu Kewan

Ini adalah jenis bertapa yang melarang seseorang memakan daging-dagingan. Jadi harus memiliki gaya hidup sebagai vegetarian dan fruitarian. Tujuan dari Bertapa Nafsu Kewan ini jelas untuk meredam nafsu hewani manusia.

15. Tapa Dunya

Tapa Dunya adalah jenis bertapa yang harus dilakukan dengan cara meninggalkan segala hal yang sifatnya duniawi. Dan hanya berfokus pada ibadah.

16. Tapa Nyepi

Tapa Nyepi juga salah satu jenis bertapa ala Kejawen yang mana seseorang diwajibkan berdiam diri dalam rumah. Untuk merenung dan mendekatkan diri dengan Tuhan. Nyepi ini juga menjadi simpul ibadah umat hindu.

17. Tapa Paningalan

Bertapa Paningalan maksudnya adalah tapa dengan menutup mata dari melihat hal-hal yang buruk. Tapa Paningalan dilakukan seumur hidup. Ini akan membuat seseorang jadi memiliki kepribadian dan moral yang bijaksana dalam membedakan hal buruk dan baik.

18. Tapa Pamirengan

Tapa Pamirengan hampir sama dengan Tapa Paningalan. Hanya saja ini adalah telinga yang harus dikendalikan. Indera Pendengaran hanya diarahkan untuk mendengar hal-hal baik saja. Menghindari gosip dan pembelajaran yang buruk.

19. Tapa Gugur Gunung

Tentu sering dengar istilah Gugur Gunung dalam bahasa Jawa. Ini jika dalam bahasa Indonesia diartikan turun gunung alias turun dari ketinggian. Artinya, seseorang mesti meletakkan jabatan atau takhtanya, untuk kembali membaur dengan masyarakat kecil. Belajar menjadi di bawah.

20. Tapa Nyambet Gawe

Jenis Bertapa Nyambet Gawe merupakan lanjutan dari Gugur Gunung. Istilahnya adalah Gugur Gunung Nyambet Gawe. Artinya, ketika seseorang sudah membaur di bawah. Maka ia diwajibkan untuk bekerja sebagaimana orang lain. Berbuat kebaikan dan jangan mengeluh.

Tujuan dari Gugur Gunung Nyambet Gawe adalah supaya menjadi pribadi yang lebih welas asih dan bersyukur atas karunia yang Tuhan berikan. Serta untuk membuka pancaran karisma, supaya lebih sukses dalam hidup.

Lihat Juga:

Nah, itu dia 20 jenis Bertapa ala orang Kejawen. Memang tapanya aneh-aneh. Tapi masing-masing punya tujuan yang baik.

Dengan semakin tersingkirnya Kejawen dari benak masyarakat nusantara, khususnya Jawa. Maka Bertapa atau Bersemedi kini sudah sangat jarang dilakukan orang. Bahkan dicap sebagai kegiatan bid’ah. Namun sebenarnya ini hanyalah seputar gaya hidup. Bertapa atau bersemedi seharusnya diartikan sebagai gaya hidup, olahraga dan olahjiwa saja.

Keywords:

  1. Cara Melakukan Tapa Ngalong / Jenis Bertapa Ngalong / Bersemedi Ngalong
  2. Ini Cara Melakukan Tapa Ngluwat / Jenis Bertapa Ngluwat / Bersemedi Ngluwat
  3. Simak Cara Melakukan Tapa Bisu / Jenis Bertapa Bisu / Bersemedi Bisu
  4. Cara Melakukan Tapa Bolot / Jenis Bertapa Bolot / Bersemedi Bolot
  5. Lihat Cara Melakukan Tapa Ngidang/ Jenis Bertapa Ngidang / Bersemedi Ngidang
  6. Ini Cara Melakukan Tapa Ngramban/ Jenis Bertapa Ngramban / Bersemedi Ngramban
  7. Simak Cara Melakukan Tapa Ngambang/ Jenis Bertapa Ngambang / Bersemedi Ngambang
  8. Lihat Cara Melakukan Tapa Ngeli / Jenis Bertapa Ngeli / Bersemedi Ngeli
  9. Ini Cara Melakukan Tapa Tilem / Jenis Bertapa Tilem / Bersemedi Tilem
  10. Simak Cara Melakukan Tapa Mutih / Jenis Bertapa Mutih / Bersemedi Mutih
  11. Cara Melakukan Tapa Mangan / Jenis Bertapa Mangan / Bersemedi Mangan
  12. Lihat Cara Melakukan Tapa Pati Geni / Jenis Bertapa Pati Geni / Bersemedi Pati Geni
  13. Simak Cara Melakukan Tapa Karsa / Jenis Bertapa Karsa / Bersemedi Karsa
  14. Ini Cara Melakukan Tapa Nafsu Kewan / Jenis Bertapa Nafsu Kewan / Bersemedi Nafsu Kewan
  15. Cara Melakukan Tapa Dunya / Jenis Bertapa Dunya / Bersemedi Dunya
  16. Lihat Cara Melakukan Tapa Nyepi / Jenis Bertapa Nyepi / Bersemedi Nyepi
  17. Simak Cara Melakukan Tapa Paningalan / Jenis Bertapa Paningalan / Bersemedi Paningalan
  18. Cara Melakukan Tapa Pamirengan / Jenis Bertapa Pamirengan / Bersemedi Pamirengan
  19. Lihat Cara Melakukan Tapa Gugur Gunung / Jenis Bertapa Gugur Gunung / Bersemedi Gugur Gunung
  20. Ini Cara Melakukan Tapa Nyambet Gawe / Jenis Bertapa Nyambet Gawe / Bersemedi Nyambet Gawe
Loading...
Cara Mengatasi Rambut Kering

25 Cara Mengatasi Rambut Kering, Rusak dan Susah Diatur

10 Hantu Menurut Kepercayaan Orang Jawa, Cerita Hantu, Wiyangga

10 Hantu Menurut Kepercayaan Orang Jawa