5 Gereja Kuno yang paling tua di Filipina | lihat.co.id

5 Gereja Kuno yang paling tua di Filipina

0
idrliga FREE CHIPS BUAT 1000 MEMBER BARU

[lihat.co.id] – Filipina adalah satu dari dua negara Katolik di Asia Tenggara. Agama Katolik di Filipina amat merasuk ke dalam kehidupan, berkat kehadiran misionaris Spanyol selama 400 tahun di sana. Agama amat berkaitan dengan kebudayaan lokal. Sepanjang tahun, begitu banyak orang Filipina beribadah di salah satu dari ribuan gereja yang tersebar di seluruh negeri.
Berikut ini adalah lima gereja kuno paling tua di Filipina,dikutip dari berbagai sumber:

1.Gereja San Agustin


[lihat.co.id] – Gereja berumur 400 tahun yang terletak di Intramuros, Manila ini adalah salah satu gereja tertua di Filipina. Struktur batuannya berdiri sejak 1607. Gereja ini terbukti mampu bertahan dari serbuan Inggris, beberapa kali gempa bumi dahsyat, serta bom Perang Dunia II. Hari ini, ribuan pengunjung untuk menikmati interior yang lapang dan langit-langit trompe l’oeil (seni yang meniru kehidupan, seperti langit-langit yang dicat menyerupai ukiran dan pahatan).
Gereja San Agustin ditetapkan sebagai penanda sejarah nasional tahun 1976, dan pada 1993 diganjar penghargaan Situs Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.

2.Gereja Paoay


[lihat.co.id] – Gereja Paoay di Ilocos Norte, 460 km di utara Manila, punya beberapa kesamaan dengan Gereja San Agustin. Mereka sama-sama kuat bertahan meski dimakan usia, sama-sama dibangun oleh Augustinian Friars, dan sama-sama berstatus Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO.
Sebanyak 24 batu karang menyangga gereja ini, sehingga membuatnya tahan gempa dan menciptakan fasad cantik yang tak bisa Anda temukan di gereja lain di Filipina. Elemen dekorasinya memuat ciri khas Cina dan Jawa. Menara lonceng terpisah dari bangunan utama gereja. Menara ini juga berfungsi sebagai pos pengamatan bagi pejuang Filipina di masa penjajahan Spanyol dan Jepang.

3.Gereja Binondo


[lihat.co.id] – “Minor Basilica Santo Lorenzo Ruiz” di Binondo, Manila berdiri akibat ketidakpercayaan penjajah Spanyol terhadap penduduk Cina di Manila. Karena semakin banyak orang Cina yang pindah Katolik, mereka perlu tempat beribadah — tetapi mereka tak diizinkan masuk Intramuros (lokasi gereja-gereja di Manila).
Gereja ini didirikan di Orde Dominican tahun 1596 untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Katolik Cina. Pada 1762, gereja ini hancur oleh Inggris. Pada 1863, oleh gempa bumi. Dan pada 1944, gereja ini hancur lagi oleh bom yang dijatuhkan Amerika.

4.Santo Niño Basilica


[lihat.co.id] – Santo Niño Basilica di Cebu berdiri akibat keajaiban: Spanyol menemukan patung Yesus kecil di sebuah reruntuhan bangunan. Mereka pun mendirikan gereja di lokasi itu.
Bangunan Basilica berdiri sejak 1740, dengan struktur berbahan batu karang dan kayu. Terdapat museum di dalam gereja yang menyimpan peninggalan sejarah Kristen di Cebu (dari pakaian pastor hingga patung santo dan rosario yang digunakan orang-orang setempat).
Patung Yesus kecil (“Santo Niño”) diletakkan di balik kaca tahan peluru. Setiap tahun, patung ini dipamerkan dalam parade di festival Sinulog, tiap Januari.

5.Gereja Baclayon


[lihat.co.id] – Bohol adalah salah satu provinsi paling taat di Filipina, yang terbukti dari banyaknya gereja di pulau ini. Gereja Baclayon adalah yang tercantik. Gereja ini berdinding batu karang, dibangun tahun 1717 dengan pemandangan laut.
Sebuah museum di lantai kedua menyimpan sisa-sisa masa lalu gereja ini, seperti buku koor, karya seni suci, jubah pastor. Di sisi lain di gereja ini, Anda dapat menemukan organ pipa yang dibangun tahun 1824, yang kini dimainkan setiap misa di gereja.