Home » » 5 Bekas Rumah Sakit Jiwa yang paling Angker di Dunia

5 Bekas Rumah Sakit Jiwa yang paling Angker di Dunia

[lihat.co.id] - Tak sedikit bangunan terbengkalai yang jadi objek wisata horor. Ada pula beberapa rumah sakit jiwa yang dulu beroperasi, namun kini terbengkalai begitu saja. 5 bekas rumah sakit jiwa ini dijamin membuat bulu kuduk berdiri.

Ratusan hingga belasan ribu pasien tinggal di rumah sakit jiwa karena berbagai hal. Depresi, tidak kriminal, sampai penyakit kejiwaan. Di AS, banyak rumah sakit jiwa yang ditutup sebelum tahun 1990. 

Entah karena pindah ke RS baru yang lebih modern, atau karena skandal dan minim biaya operasional berikut 5 Bekas Rumah Sakit Jiwa yang paling Angker di Dunia Seperti dilansir lihat.co.id dan travel.detik.

1. Topeka State Hospital, Kansas, AS

[lihat.co.id] - Topeka State Hospital di Kota Topeka dibuka pada 1872. Cerita horor dimulai pada awal tahun 1990, ketika wartawan setempat melakukan liputan investigasi.

Ada laporan soal pasien yang diikat ke kursi selama berjam-jam. Ada pasien yang diperkosa, dirantai, atau ditinggalkan dalam kondisi telanjang. Seorang wartawan mengaku melihat pasien yang diikat di kasurnya begitu lama, sampai-sampai kulitnya tumbuh di atas tali tersebut.

Rumah sakit jiwa ini juga terkenal karena tindak sterilisasi terhadap pasien yang punya catatan kriminal, idiot, epilepsi, imbisil, dan orang gila. Ratusan pria di Kansas yang masuk Topeka State Hospital mengaku telah dikebiri.

Rumah sakit ini ditutup tahun 1997. Beberapa bagian rumah sakit masih tersisa, pun pemakaman tanpa tanda apa pun. Padahal, dilaporkan ada 1.157 pasien yang dikubur di situ.

2. Danvers State Hospital, Massachusetts, AS
[lihat.co.id] - Rumah sakit jiwa di Kota Danvers ini dibuka tahun 1878. Rumornya, Danvers State Hospital adalah tempat lahirnya pre-frontal lobotomy. Ini adalah prosedur pembedahan dengan cara memasukkan selang ke dalam rongga mata, menghubungkannya langsung ke selaput otak.

Prosedur pembedahan sadis ini nyatanya cukup populer pada awal tahun 1990-an. Namun karena risikonya cukup besar, prosedur tersebut sudah lama dilarang di AS.

Danvers State Hospital punya beberapa terowongan bawah tanah yang rumit, dan terkoneksi ke beberapa bangunan. Terowongan ini dulu digunakan untuk memindahkan pasien terutama selama musim dingin.

Rumah sakit ini awalnya didesain untuk menampung 500 pasien, namun pada tahun 1920, jumlahnya membludak menjadi 2.000 pasien. Beberapa staf dalam melaporkan terapi tidak manusiawi seperti shock treatment, juga pemberian obat-obatan yang berlebihan.

Danvers State Hospital kemudian ditutup pada 1991. Pada 2005, Avalon Bay Development membeli komplek bangunan ini untuk dijadikan apartemen. Pada 2007 pembangunannya terhenti karena kebakaran, entah karena apa.

Sampai saat ini, sepertiga bangunan Danvers State Hospital masih berdiri. Pemakaman dan terowongan bawah tanah juga masih ada bagi wisatawan yang ingin uji nyali.


3. Whittingham Hospital, Lancashire, Inggris
[lihat.co.id] - Dibuka secara resmi pada 1873, Whittingham Hospital adalah rumah sakit pertama yang menggunakan metode electroencephalograms. Dikenal sebagai EEFs, ini adalah diagnosa aktivitas di dalam jaringan kepala. Whittingham Hospital menjadi salah satu rumah bagi korban Perang Dunia I dan II.

Namun, rumah sakit ini terkenal oleh skandal dan perlakuan kejam terhadap pasiennya. Beberapa laporan menyatakan, ada pasien yang ditinggalkan dalam waktu lama tanpa makanan. Ada pula yang dicekik sampai mereka hilang kesadaran.

Setelah ditutup, rencana untuk merenovasi Whittingham Hospital menjadi rumah tinggal pun gagal. Sampai saat ini, bangunan aslinya terbengkalai dalam kondisi utuh.
4. Athens Lunatic Asylum, Ohio, AS
[lihat.co.id] - Rumah sakit yang berada di Kota Athens ini telah banyak berganti nama. Bermula dari Athens State Hospital, Ohio Mental Health Center, hingga akhirnya menjadi Athens Lunatic Asylum. Dibuka pada 1874, rumah sakit ini menjadi tempat pasien gangguan jiwa baik pria maupun wanita.

Saat awal dibangun, rumah sakit ini hanya mampu menampung 500 orang. Tapi pada tahun 1950-an lebih dari 2.000 pasien tinggal di sana. Komplek rumah sakit pun diperluas, saat itu memiliki 78 bangunan. Beberapa perawatan sadis yang dilakukan antara lain hydrotherapy, lobotomy, dan electroshock. Tak jarang pasien overdosis Thorazine (obat untuk gangguan kejiwaan).

Athens Lunatic Asylum kemudian ditutup pada 1993, bangunannya dihibahkan ke Ohio University. Sekarang bangunan itu bernama The Ridges, dan masih digunakan untuk keperluan medis. Tapi tetap saja, hampir seluruh bangunannya kosong dan menyeramkan. Di tanah tersebut, ada lebih dari 1.900 jenazah pasien yang dimakamkan.

5. Pilgrim Psychiatric Center, New York, AS
[lihat.co.id] - Rumah sakit jiwa ini dibuka di Brentwood, New York, pada 1931. Di dalam kompleknya juga terdapat pemadam kebakaran, pengadilan, kantor pos, gereja, dan pemakaman. Beberapa tahun setelah dibuka, rumah sakit ini menampung lebih dari 13.000 pasien. Menjadikan Pilgrim Psychiatric Center sebagai rumah sakit jiwa terbesar pada masa itu.

Tapi beberapa laporan menyatakan, ribuan pasien menjadi korban lobotomy dan electroshock. Tapi setelah terapi sadis itu ditiadakan, Pilgrim Psychiatric Center masih digunakan sampai sekarang. Meski ada pula beberapa bagian yang kosong dan menyeramkan.

Terowongan panjang penuh grafiti, kamar yang penuh retakan dan jamur di dinding, dan meja operasi masih utuh terbengkalai. Ada juga papan bertuliskan nama pasien dan peralatan medis yang berpuluh tahun ditinggalkan. Ada pula beberapa tulisan grafiti, entah siapa yang membuatnya, bertuliskan larangan masuk ke ruangan tertentu.
Berita Terbaru :
logo-bawah Copyright © 2014 lihatcoid, All Rights Reserved