Home » » 7 Lirik Lagu Rhoma Irama yang Bertemakan Kebangsaan

7 Lirik Lagu Rhoma Irama yang Bertemakan Kebangsaan

[lihat.co.id] - Raja dangdut Rhoma Irama kini kembali menjadi perbincangan lantaran siap maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2014. 

Rhoma mengiyakan permintaan para ulama agar dia nyapres saat menghadiri pengajian Habaib di Kwitang, Jakarta Pusat.

Sebagai musisi dangdut, Rhoma memang tidak sekadar menciptakan lagu untuk tujuan komersil. Selain menciptakan lagu-lagu bertema dakwah dan cinta, Rhoma tak jarang menciptakan lagu-lagu bertema kebangsaan seperti masalah korupsi, HAM, kebhinekaan, persatuan bangsa dan sebagainya.
Beberapa lagu itu di antaranya lagu 135 juta jiwa, Hak Azasi, Reformasi dan sebagainya.
Berikut:7 Lirik Lagu Rhoma Irama yang Bertemakan Kebangsaan

1. 135 Juta jiwa Lagu 135 juta jiwa 
[lihat.co.id] - karangan Rhoma Irama ini belakangan kembali dibicarakan.
Lagu yang mengisahkan bangsa Indonesia sangat majemuk dengan berbagai macam suku bangsa, agama, tersebut, menjadi kritikan keras bagi Rhoma saat kampanye di Pilgub DKI beberapa waktu lalu.

Rhoma menyerang pasangan Jokowi-Ahok terkait dengan agama yang mereka anut. Padahal, dalam lagu itu, Rhoma meminta agar tidak saling menghina antar suku bangsa Indonesia, seperti penggalan lirik berikut ini:

Janganlah saling menghina antar suku bangsa Indonesia. 
Walau pun bermacam-macam aliran tetapi satu tujuan," demikian akhir lagu yang tiap tahun bisa diganti judulnya tersebut, lantaran jumlah penduduk Indonesia terus bertambah.

2. Hak Azasi
[lihat.co.id] - Lagu Hak Asasi (tertulis di sampul Hak Azasi) dipilih oleh Rhoma Irama dan Soneta sebagai single pertama di volume ke 8 Album Soneta yang diproduksi di bawah label Yukawi Record.
 
Selain tema lagu yang sangat tidak biasa bagi lagu dangdut pada umumnya, album volume 8 ini juga menandakan babak baru dalam perkembangan music dangdut Soneta yang diproklamasikan oleh Rhoma Irama sebagai Dynamic Dangdut.

Dalam lagu itu, Rhoma meminta agar HAM dihormati karena itu fitrah. 
Rhoma berharap agar semua rakyat diberikan kebebasan memilih jalan hidup yang disukai.

Tuhan pun tidak memaksakan apa yang hamba-Nya lakukan," demikian salah satu petikan syair lagu Hak Azasi
 
3. Indonesia
[lihat.co.id] - Lagu Indonesia, diciptakan Rhoma Irama untuk mengkritisi kondisi masyarakat saat itu. Liriknya yang keras sungguh membuat telinga penguasa panas.

berikut sepenggal lirik lagu Indonesia. 
Negara bukan milik golongan,
 
Dan juga bukan milik perorangan, Dari itu jangan seenaknya Memperkaya diri membabi buta..
 
4. Adu Domba
[lihat.co.id] - Lagu adu domba berisikan kritikan terhadap orang-orang atau kelompok yang sering mengadu domba. Dalam lirik tersebut, dijelaskan Rhoma ada pihak-pihak yang sengaja mengadu domba demi kepentingan mereka.

Berikut cuplikan lagu Adu Domba, "Adu domba adu domba mengadu domba, domba dipertaruhkan. Adu domba adu domba mengadu domba, domba dipertaruhkan, demi keuntungan domba jadi korban (diadu domba) Demi kesenangan domba kesakitan (diadu domba)

5. Euforia Perubahan
[lihat.co.id] - Euforia perubahan diciptakan Rhoma saat awal-awal reformasi.
Kebebasan yang dialami di dunia reformasi, bukanlah kebebasan tanpa batas. 
Melainkan kebebasan yang terikat oleh aturan, sebagai mahluk yang berbudaya.

Awas jangan salah mengartikan kebebasan.
Bukan bebas lepas melakukan pelanggaran. 
 
Kebebasan bagi manusia bukanlah tanpa batasan. 
Sebagai makhluk berbudaya kita terikat aturan."

6. Reformasi
[lihat.co.id] - Lagu reformasi yang diciptakan Rhoma Irama berisi kondisi saat reformasi 1998 dimana rakyat Indonesia mengalami perubahan dalam berbagai kehidupan, termasuk suksesi kepemimpinan. 
 
Reformasi adalah kebutuhan bagi rakyat, oleh karenanya, dalam salah satu liriknya, Rhoma menyebutkan bahwa reformasi, selain merupakan tuntutan juga kebituhan.

"Berikut cuplikan liriknya,"Deru perubahan menggema menggelora, sebagai tuntutan dan juga kebutuhan. 
 
Kini perubahan jadi kesepakatan, di segala bidang dan sendi kehidupan.
Dilihat dari judulnya, lagu Reformasi memang diciptakan Rhoma Irama saat bangsa Indonesia mengalami reformasi pada 1998 lalu. 
 
Lagu yang lumayan nge-beat tersebut cukup enak didengar.

7. Hindari konflik
[lihat.co.id] - Lagu Stop ini sempat dipuji oleh pengarang buku tentang dangdut Andrew Weintraub sebagai lagu dengan komposisi terkaya. 
 
Dalam konser-konser Soneta, lagu Stop seringkali dinyanyikan.
Liriknya bicara tentang lebih pentingnya bekerja daripada bersengketa. 
 
Lagu ini sangat relevan dalam konteks banyaknya perbedaan pendapat di negara ini yang berujung konflik.

Simak saja liriknya:

Aduhai sayang waktu yang berharga
Habis terbuang dibakar angkara

Tujukan pandang arah masa depan
Masih banyak yang harus dikerjakan..

Agama, Bangsa dan Negara menagih bakti mu kawan©©©¢?©©©¦
Mari kita berlomba-lomba tuk berbuat kebajikan..

Keimanan dan kesadaran
Jadikanlah sebagai landasan©©©¢?©©©¦

Sumber
Berita Terbaru :
logo-bawah Copyright © 2014 lihatcoid, All Rights Reserved