Home » » 10 Pelabuhan Laut yang Terbesar di Dunia

10 Pelabuhan Laut yang Terbesar di Dunia

Kapasitas perekonomian di suatu negara bisa diukur salah satunya dengan melihat besarnya kapasitas pelabuhan laut di negera tersebut. Pelabuhan laut (seaport) yang dimaksudkan adalah pelabuhan pemuatan barang untuk keperluan keluar dan masuk ke pelabuhan. Fungsinya sangat strategis, karena menjadi penentu gerak perekonomian di suatu negara. Berikut ini akan diulas mengenai 10 pelabuhan laut terbesar di dunia. Di manakah ranking pelabuhan laut utama di Indonesia?

Pelabuhan laut yang dibahas di sini adalah jenis pelabuhan laut untuk perdagangan luar negeri (berdasarkan PP No 69 Tahun 2001). Aktivitasnya meliputi bongkar muat, penyimpanan kargo (transito), dan persinggahan kapal jenis petikemas. Pelabuhan laut semacam ini disinggahi oleh kapal-kapal berbendera nasional maupun internasional (berdasarkan persetujuan bilateral). Fasilitas yang tersedia berupa dermaga, crane (alat untuk bongkar muat petikemas), dan gudang (transito). Kapasitas pelabuhan laut diukur berdasarkan banyaknya muatan yang bisa disimpan yang dinyatakan dalam satuan twenty-foot equivalent unit atau disingkat TEU. Untuk satu kontainer dengan panjang 20 kaki (feet) adalah ekuivalen dengan 1 TEU. Satuan kapasitas lainnya yang digunakan berdasarkan volume kargo atau berdasarkan tonase bongkar muat pelabuhan.

Kita mulai ulasannya dengan 10 pelabuhan terbesar di dunia berdasarkan satuan TEU untuk tahun 2011. Sayangnya penulis belum mendapatkan daftar lengkap dari sumber AAPA yang baru merilis laporan untuk tahun 2010.
1. Port of Shanghai (China): 29 Juta TEUs
Cukup mengejutkan, karena Port of Shanghai pada tahun 2011 masih mampu melampaui Port of Singapore sejak tahun 2010. Pelabuhan Shanghai memiliki peran ganda, yaitu sebagai pelabuhan laut dan sekaligus pelabuhan sungai (terletak di muara sungai Yangtze). Pada tahun 2011 lalu, tercatat lalu lintas pemuatan kargo sebanyak 29 juta TEUs. Pelabuhan Shanghai menjadi urat nadi bagi perekonomian di kawasan lain, seperti Propinsi Zhejiang, Propinsi Jiangsu, dan Propinsi Henan.

2. Port of Ningbo-Zhoushan (China)
Pelabuhan laut ini sebenarnya merupakan gabungan dua pelabuhan lama, yaitu Ningbo Port dan Zhoushan Port. Penggabungan dilakukan pada tahun 2006 untuk memudahkan pengelolaan perairan di dalam satu koordinasi pelabuhan laut. Pelabuhan Ningbo sendiri senantiasa masuk ke dalam peringkat 10 besar pelabuhan laut di dunia. Dengan penggabungan tersebut, secara perlahan posisinya mulai merangkak, bahkan mampu menggeser posisi Port of Singapore. Pelabuhan Ningbo-Zhoushan sekaligus mengakomodasi angkutan laut untuk tiga sungai utama, yaitu Sungai Yangtze, Sungai Yong, dan Sungai Qaintang. Hingga saat ini, pelabuhan tersebut masih dalam tahap perluasan dan renovasi yang akan rampung pada tahun 2014 nanti. 
3. Port of Singapore (Singapore)
Pelabuhan Singapura sebenarnya merupakan pelabuhan laut paling besar dan paling sibuk di kawasan Asia Tenggara. Dalam rangking dunia, Port of Singapore senantiasa menempati peringkat kedua dan ketiga sejak tahun 2008. Hebatnya lagi, Singapura merupakan satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara dengan luas wilayah paling kecil. Pelabuhan Singapura terhubung dengan sebanyak 600 pelabuhan di seluruh dunia dan ada sebanyak lebih dari 100 negara yang berhubungan dengan pelabuhan laut Singapura. Pelabuhan ini juga difungsikan untuk mengelola kargo minyak di mana terdapat sebanyak hampir 50% minyak mentah dunia transit di Singapura.
4. Port of Rotterdam (Belanda)
Pelabuhan Rotterdam merupakan satu-satunya pelabuhan laut terbesar di Eropa. Nama Port of Rotterdam sebelumnya sempat menjadi pelabuhan laut terbesar di dunia untuk kurun waktu 42 tahun lamanya, yaitu dari tahun 1962 hingga 2004. Pelabuhan ini pula satu-satunya pelabuhan di Eropa yang masuk ke dalam daftar 10 besar pelabuhan terbesar versi AAPA.

5. Port of Tianjin (China)
Pelabuhan Tianjin terletak di sepanjang bagian ujung muara Sungai Haihe. Saat ini, pelabuhan ini telah terhubung dengan lebih dari 400 pelabuhan laut di dunia dan dikunjungi oleh kapal-kapal lebih dari 200 negara. Angka tersebut masih dimungkinkan untuk mengalami kenaikan hingga 4 tahun mendatang, mengingat kapasitas pelabuhan ini belum mencapai tahap optimal. Di China sendiri, Pelabuhan Tianjin merupakan pelabuhan laut terbesar ketiga dan terbesar untuk kawasan China Utara.

6. Port of Guangzhou (China)
Propinsi Guangzhou merupakan salah satu propinsi industri besar di China. Pelabuhan Guangzhou sendiri merupakan pelabuhan laut terbesar di kawasan China bagian Selatan. Saat ini, Pelabuhan Guangzhou telah terhubung dengan lebih dari 300 pelabuhan utama di dunia dan dikunjungi oleh kapal yang berasal dari lebih 100 negara. Keberadaan pelabuhan ini menjadi penopang bagi aktivitas perindustrian di Propinsi Guangxi, Yunnan, Hunan, dan Jiangxi.

7. Port of Qingdao (China)
Pelabuhan Qingdao terletak berselebahan dengan Sungai Kuning di Semenanjung Shandong. Letaknya pula sebenarnya bisa dikatakan di antara dua raksasa bisnis Asia, yaitu Jepang dan Korea Selatan. Saat ini, Pelabuhan Qingdao telah terhubung dengan lebih dari 450 pelabuhan laut utama di dunia dan sebanyak lebih dari 130 negara. 
8. Qinhuangdao Port (China)
Pelabuhan Qinhuangdao merupakan pelabuhan utama masuk dan keluar batu baru di China selama lebih dari tiga dekade. Pelabuhan ini dikenal pula pelabuhan pemuatan batu bara terbesar di dunia. Hampir sebanyak 50% batu baru akan didistribusikan ke bagian Utara dan Selatan China.
9. Hong Kong Port (China)
Hong Kong merupakan sebuah pulau kecil yang letaknya terpisah dari China daratan. Lokasinya cukup ideal untuk dibuatkan menjadi pelabuhan laut. Hong Kong pula termasuk berada di tengah jalur lalu lintas perdagangan dunia. Pelabuhan Hong Kong selama senantiasa masuk ke dalam peringkat 10 besar pelabuhan laut terbesar versi AAPA untuk berbagai kategori. Sebelum kembali ke China pada tahun 1997, Pelabuhan Hong Kong merupakan jantung perekonomian di negara kecil tersebut 
10. Port of Busan (Korea Selatan)

20 Besar Pelabuhan Laut Tahun 2010
Data terakhir yang dirilis oleh AAPA mengenai perangkingan pelabuhan laut adalah tahun 2010. Ulasan di atas untuk periode tahun 2011 berdasarkan perkiraan sementara laporan AAPA yang belum meliputi seluruh pelabuhan laut di dunia. Berikut ini disajikan daftar 20 besar pelabuhan laut berdasarkan satuan volume (tonase) dan tingkat kepadatan lalu lintas (TEU).

Dari 20 besar pelabuhan laut tahun 2010 terlihat masih didominasi oleh Asia. Berdasarkan volume, terdapat sebanyak 14 pelabuhan laut di Asia yang masuk ke peringkat 20 besar di mana sebanyak 9 pelabuhan di antaranya berasal dari China. Eropa, Amerika Serikat, Jepang, dan Australia masingmasing menempatkan sebanyak 2 pelabuhan ke dalam peringkat 20 besar. Begitu pula berdasarkan tingkat kepadatan lalu lintas, terdapat sebanyak 13 pelabuhan laut berasal dari Asia. China masih mendominasi dengan sebanyak 8 pelabuhan lautnya. Eropa dan Amerika Serikat masing-masing menempatkan 3 pelabuhannya ke dalam ranking 20 besar tersebut. Cukup mengejutkan, terdapat dua pelabuhan laut dari Malaysia yang menempatkan dirinya masuk ke dalam ranking 20 besar berdasarkan tingkat kepadatan lalu lintas pelabuhan (TEU).
Daftar lengkap World Port Ranking 2010 yang dikeluarkan oleh AAPA bisa diunduh di sini (WPR AAPA 2010).

Pelabuhan Utama di Asia Tenggara
Kawasan Asia Tenggara sebenarnya merupakan kawasan perekonomian yang sangat strategis. Di kawasan ini setidaknya terdapat beberapa jalur pelayaran internasional yang cukup penting, seperti Selat Malaka. Lokasi Asia Tenggara pula sangat memungkinkan menjadi lokasi transit ataupun jalur pelayaran dan pengangkutan laut di dunia. Berikut ini beberapa pelabuhan laut di Asia Tenggara yang masuk ke dalam kelompok 100 besar menurut versi AAPA 2010.

Port of Singapore masih merupakan satu-satunya pelabuha laut paling besar dan paling sibuk di Asia Tenggara. Setidaknya Asia Tenggara memiliki 5 negara penting yang menjadi lokasi pelabuhan laut, yaitu Malaysia, Singapura, Indonesia, Thailand, dan Filipina. Dalam hal ini, pelabuhan laut di Malaysia dan Thailand terlihat masih menempati posisi di atas Indonesia (Port of Tanjung Priok). Malaysia mencatatkan terdapat dua pelabuhan laut penting, yaitu Port Kelang dan Port of Tanjung Pelepas. Posisi pelabuhan Tanjung Priok cukup baik untuk kategori kesibukan pelabuhan, yaitu menempati posisi 24 dari 100 pelabuhan laut tersibuk di dunia. Pelabuhan Laem Chabang (Thailand) termasuk berada pada kawasan strategis yang menjadi pintu masuk ke kawasan lalul lintas perdagangan internasional. Begitu pula dengan pelabuhan Ho Chi Minh (Vietnam).

Peluang Besar Yang Diabaikan
Sebenarnya sangat mengejutkan mengetahui hanya ada nama Port of Tanjung Priok yang masuk ke dalam peringkat 100 besar pelabuhan laut dunia versi AAPA. Peringkat pelabuhan Tanjung Priok sendiri masih jauh di bawah Singapura dan Malaysia. Port Kelang memiliki tingkat kesibukan dua kali lebih besar daripada Port of Tanjung Priok. Dari kapasitas bongkar muatnya saja, Port of Laem Chabang memiliki bisa hampir dua kali lipat kapasitas bongkar muat dari Port of Tanjung Priok pada tahun 2010. Peringkat Tanjung Priok hanya lebih baik dari Port of Manila (Filipina) dan Port of Ho Chi Minh (Vietnam). Sementara itu, Indonesia adalah negara yang memiliki kawasan paling luas di Asia Tenggara dengan bentuk kepulauannya.

Di Indonesia sendiri sebenarnya sudah terdapat cukup banyak pelabuhan laut untuk keperluan bongkar muat petikemas. Pelabuhan tersebut tersebar dari Jayapura, Sorong, Ambon, Makassar, Tarakan, Banjarmasin, Surabaya, Semarang, Tanjung Priok, Bawean, Lampung, Medan, Aceh, dan masih belum ditambahkan pelabuhan-pelabuhan transit berskala nasional. Mereka semua memiliki potensi untuk bisa dikembangkan menjadi pelabuhan laut bertaraf internasional dengan tingkat kesibukan maupun kapasitas bongkar muat yang tinggi. Mereka semua terletak di zona pelayaran internasional yang cukup penting menjadi pintu masuk ke Pasifik maupun Samudera Hindia.

Persoalannya hanya tinggal memanfaatkan peluang geografis dan mengoptimalkannya. Langkah pertama tentu dengan membenahi administrasi pelabuhan dengan terus meningkatkan standarisasi pelabuhan di seluruh lokasi-lokasi pelabuhan laut untuk keperluan bongkar muat barang. Kita bisa meniru strategi yang digunakan oleh Singapura dengan memposisikan wilayah pelabuhan laut untuk keperluan transit barang. Ada beberapa titik perairan di mana lokasi pelabuhan langsung menghadap dan berada di jalur pelayaran internasional. Langkah selanjutnya adalah dengan memperluas zona pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa. Pada prinsipnya, pelabuhan laut untuk bongkar muat barang merupakan salah satu infrastruktur. Dukungan infrastruktur yang memadai akan sangat dibutuhkan untuk mendukung penyebaran pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di seluruh kawasan NKRI.
Berita Terbaru :
logo-bawahCopyright © 2014 lihatcoid, All Rights Reserved